RENUNGAN PERPISAHAN (Bagian 1)

Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie

 

Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin –rahimahullah- berkata :

إِخْوَانِيْ إِنَّ شَهْرَكُمُ الْكَرِيْمَ قَدْ عزَم على الرحيل، ولم يبقَ منه إلاَّ الزمنُ القليلُ، فمَنْ كان منكم محسِناً فليحمدِ اللهَ على ذلك ولْيَسْألْه القَبولَ، ومَنْ كان منكم مهملاً فلْيتبْ إلى اللهِ ولْيَعْتَذِرْ من تقصيرِه فالعذرُ قبْلَ الموتِ مَقْبولٌ.

“Wahai saudaraku bahwasanya bulan Ramadhan yang mulia ini akan segera pergi meninggalkan kalian, tidak tersisa darinya melainkan beberapa waktu yang singkat. Barang siapa yang berbuat baik didalamnya maka hendaklah ia memuji Allah dan meminta pengkabulannya, sedangkan siapa yang berbuat buruk maka hendaklah ia bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan dari kelalaiannya. Sebab permohonan ampun sebelum kematian tiba akan diterima. (Majlis Syahri Ramadhan, hal. 236)

Sebelum kita berpisah dengan bulan penuh berkah, marilah sejenak merenungkan kembali ayat puasa Ramadhan yang didalamnya penyebutan beberapa nikmat agung, yang kemudian ayat tersebut ditutup dengan ungkapan bersyukur.

Allah ﷻ berfirman :

{شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ}

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al Baqarah : 185).

Diantara nikmat yang disebutkan :

(1) Diturunkannya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai pembeda antar yang haq dan yang batil.

Allah ﷻ berfirman :

{شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ}

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). (QS Al Baqarah : 185).

(2) Diantara nikmat yang lainnya yang terdapat dalam ayat adalah nikmat dipertemukannya dengan bulan Ramadhan dan diberi taufiq oleh Allah untuk menjalankan ibadah yang agung yaitu puasa.

Hal ini tertuang dalam firman Allah ﷻ :

{ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ}

“……Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu……”. (QS Al Baqarah : 185).

(3) Kenikmatan berupa KERINGANAN dalam menjalankan puasa ketika ada udzur di bolehkan untuk berbuka dengan menggantinya dihari yang lain.

Allah ﷻ berfirman :

{ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ}

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.. (QS Al Baqarah : 185).

(4) Diantara nikmat yang Allah sebutkan dalam ayat yang mulia diatas adalah nikmat kemudahan syari’at Islam.

Allah ﷻ telah berfirman ;

{ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ }

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.. (QS Al Baqarah : 185).

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

«إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَأَبْشِرُوا، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ»

“Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit). Maka berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan Al Ghadwah (berangkat di awal pagi) dan ar-ruhah (berangkat setelah zhuhur) dan sesuatu dari ad-duljah (berangkat di waktu malam) “ (HR Bukhari)

(5) Diantara nikmat yang disebutkan adalah disempurnakannya bilangan bulan pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Allah ﷻ berfirman :

{وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ}

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya. (QS Al Baqarah : 185).

(6) Diantara nikmat yang disebutkan adalah disyariatkannya Takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.

Sebagaimana Allah ﷻ telah berfirman :

{وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ}

“…….Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu……..” (QS Al Baqarah : 185).

Semua nikmat-nikmat yang besar yang telah disebutkan dalam ayat tersebut wajib disyukuri baik dengan hati, dengan lisan dan anggota badan.

Oleh karena itu diakhir ayat Allah ﷻ berfirman :

{ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ}

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu BERSYUKUR. (QS Al Baqarah : 185).

Semoga Allah ﷻ menganugerahkan kepada kita sekalian keistiqamahan diatas keta’atan, iman dan amal shalih, serta menjadikan hamba yang pandai bersyukur. Wallahu waliyyut Taufiq. []

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *